🕺 Surat Al Qashash Ayat 77 Latin Dan Artinya
Sepertiyang kita sebutkan sebelumnya bahwa ayat tentang harta karun terdapat dalam surat Al-Qashash berikut ini : Al Qashash : 77) Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain
Al"Barang siapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, maka terhadap dirinya akan dipancarkan cahaya antara dirinya dan Baitul Atiq" (HR. Kamis, 17 Maret 2022
Kajiankata: حَسَنًا pada surat Al-Hadiid ayat ke 18. Bacaan dalam tulisan arab latin : chasanan: Jenis kata : kata benda abstrak atau sifat: Arti kata حَسَنًا : keb
Suratke-28 al-Qashash, artinya Kisah, lengkap ayat 1-88. Berisikan tentang penyebutan standar hakiki sebuah kekuatan, dengan menampakkan kekuasaan Allah dan sunah-Nya untuk menolong orang-orang yang tertindas dan menghancurkan orang-orang yang sombong. Berikut text Arab, latin dan artinya:
SuratAl Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Bayyinah. Allah mempunyai Al Asmau-ul Husna; keagungan Al Qur'an dan ketinggian martabatnya. 2.Hukum-hukum: Cara pembahagian harta fa'i; perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi. 3.Dan lain-lain:
99Asmaul Husna: Tulisan Arab, Latin, Arti, Dalil, dan Maknanya. Oleh. Muchlisin BK. -. 5. Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang maha indah. Berikut ini 99 asmaul husna, teks Arab dan latin beserta arti, dalil, keutamaan dan maknanya. Dalam Al Qur'an, istilah asmaul husna disebut empat kali. Yaitu dalam Surat Al A'raf ayat 180, Al Isra
A Bacaan Lafal Surat Al-Qashash Ayat 79-82 dan Artinya. B. Isi Kandungan Al-Qur'an Surat al-Qashash Ayat 79-82. Ayat 79-82 ditampilkan kisah Qarun dengan memaparkan kekuatan harta dan pengetahuan yang juga berakhir dengan kebinasaan saat disertai oleh kedurhakaan dan keangkuhan. Kisah ini ditampilkan sebagai peringatan kepada kaum
Bacaayat Al-Quran, Tafsir, dan Konten Islami Bahasa Indonesia. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya". Surat Al-Qasas Ayat 26.
Duaayat terakhir pada surat al baqarah yaitu terletak pada ayat 285 dan 286. Dua ayat terakhir surat al baqarah. 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah Surat alBaqarah 3 ayat Salah satu keutamaan dari surat al baqarah sendiri. Bacaan 2 ayat terakhir surat al baqarah latin dan artinya. Petunjuk bagi mereka yang bertakwa, ayat 3,
.
وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ Arab-Latin Wabtagi fīmā ātākallāhud-dāral-ākhirata wa lā tansa naṣībaka minad-dun-yā wa aḥsing kamā aḥsanallāhu ilaika wa lā tabgil-fasāda fil-arḍ, innallāha lā yuḥibbul-mufsidīnArtinya Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Al-Qashash 76 ✵ Al-Qashash 78 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangKandungan Penting Tentang Surat Al-Qashash Ayat 77 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Qashash Ayat 77 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada sekumpulan kandungan penting dari ayat ini. Tersedia sekumpulan penjelasan dari berbagai ulama tafsir mengenai kandungan surat Al-Qashash ayat 77, sebagiannya sebagaimana tertera📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaDan carilah pahala negeri akhirat pada apa yang Allah berikan kepadamu berupa harta benda, dengan mengamalkan ketaatan kepada Allah melalui harta itu di dunia ini. Dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari dunia dengan jalan bersenang-senang di dunia ini dengan hal-hal yang halal, tanpa berlebihan. Dan berbuat baiklah kepada orang-orang dengan memberikan sedekah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dengan memberikan harta yang banyak. Dan janganlah kamu mencari apa yang diharamkan oleh Allah berupa tindakan berbuat kerusakan di muka bumi dan penganiayaan terhadap kaummu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan dan Dia akan membalas mereka atas amal perbuatan buruk mereka.”📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram77. Dan mohonlah kepada Allah pahala di kehidupan Akhirat terkait harta yang telah diberikan Allah kepadamu, dengan cara menginfakkannya pada jalan-jalan kebaikan dan janganlah kamu lupa bagianmu dari makan, minum, pakaian dan kenikmatan-kenikmatan lainnya, tanpa berlebih-lebihan dan tidak sombong. Dan perbaikilah hubungan dengan Rabbmu dan dengan hamba-hamba-Nya sebagaimana Rabbmu Yang mahasuci berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan dan meninggalkan ketaatan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi dengan perbuatan tersebut, justru Dia murka.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah77. Hai Qarun, carilah kenikmatan yang kekal di akhirat melalui infak di jalan kebaikan, karena sebaik-baik harta adalah harta yang digunakan pemiliknya untuk berinfak di jalan Allah, sebab harta itu adalah harta Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Kami tidak mengolokmu yang telah mendapatkan kenikmatan dunia melalui cara yang dihalalkan Allah. Hai Qarun, bersyukur kepada Allah atas apa yang telah diberikan kepadamu dapat membuatmu bersungguh-sungguh dalam berinfak. Perintah kebaikan ini juga bermakna larangan berbuat kerusakan di bumi yang kamu tinggali. Dan ingatlah bahwa Allah tidak menyukai hamba-Nya yang sombong dan angkuh, Dia akan memberi perhitungan kepada seluruh makhluk atas apa yang telah mereka dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah77. وَابْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ اللهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ ۖ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat Maka belanjakanlah harta itu pada apa yang diridhai Allah, bukan digunakan untuk menyombongkan diri. وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi Yakni janganlah kamu lalaikan bagianmu di dunia dalam menikmati hartamu yang halal. وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكَ ۖ dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu Dengan kenikmatan yang telah Allah berikan kepadamu di dunia. وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْأَرْضِ ۖ dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi Yakni janganlah kamu bermaksiat kepada Allah di bumi. إِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَSesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan Yakni kerusakan di bumi.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah77. Carilah dalam sesuatu yang diberikan Allah kepadamu itu pahala akhirat dengan menginfakkannya untuk mencari ridhaNya dan menaatiNya, bukan untuk berlaku angkuh dan sewenang-wenang. Janganlah lupa untuk berinfak dalam hal yang dihalalkan Allah kepadamu dan berbuat baiklah kepada hamba-hambaNya dengan bersedekah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu dan memberimu nikmat berupa harta dan penghormatan. Jangan kamu gunakan harta benda untuk bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya Dia tidak meridhai orang-orang yang merusak dengan berbuat maksiat di dunia dan akan membalas mereka atas perbuatan mereka📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahDan carilah} carilah {pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu} yang diberikan kepadamu {pahala akhirat, dan janganlah melupakan bagianmu} janganlah mengabaikan bagianmu {di dunia. Berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H77. “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat.” Maksudnya memperoleh sesuatu yang ada di sisi Allah dan bersedekahlah; dan jangan sekali-kali kamu merasa cukup dengan hanya sekedar memperoleh kepuasan nafsu dan meraih berbagai kelezatan, “dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari duniawi.” Maksudnya, Kami tidak memerintahmu agar menyedekahkan seluruh harta kekayaanmu sehingga engkau menjadi terlantar, akan tetapi berinfaklah untuk akhiratmu dan bersenang-senanglah dengan harta duniamu dengan tidak merusak agamamu dan tidak pula membahayakan akhiratmu, “dan berbuat baiklah,” kepada hamba-hamba Allah, “sebagaimana Allah telah berbuat baik” kepadamu dengan menganugerahimu harta kekayaan ini, “dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi,” dengan bersikap sombong dan berbuat berbagai maksiat terhadap Allah serta tenggelam di dalam kenikmatan dengan melupakan Pemberi nikmat itu. “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” Bahkan Allah akan menyiksa mereka atas perbuatan itu dengan siksaan yang paling berat.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Al-Qashash ayat 77 Berkata jama’ah dari bani israil menasihatinya dan menunjukinya Mintalah wahai qarun atas pemberian Allah kepadamu dari harta ini, balasan pahala untuk akhirat, dan beramal dengan amalan yang Allah ridhai dari sisi kebaikan, dan janganlah engkau tinggal syarat halal dan haram atas hartamu, bagimu untuk beribadah dengan jujur dan makruf, sebagaimana Allah telah membaguskanmu dan memberikan harta ini yang banyak, dan janganlah engkau berbuat dzalim di muka bumi dengna harta ini; Sebab Allah tidak mengingkan orag-orang yang berbuat kerusakan. Akan tetapi qarun congkak dan sombong, dia mengklaim bahwa hartanya atas jerih payah dan kepiawaiannya, dan ia tetap berada dalam keadaan demikian sampai Allah jatuhkan dan benamkan di bumi.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, engkau wahai Qarun telah memiliki sarana-sarana untuk mengejar akhirat yang tidak dimiliki oleh selainmu. Oleh karena itu, carilah pahala di sisi Allah dengan harta-hartamu, seperti menyedekahkannya sebagian dari rezeki itu di jalan Allah dan jangan hanya digunakan untuk memuaskan nafsu. Berupa harta, yakni agar engkau infakkan di jalan Allah. Yakni Allah tidaklah memerintahkannya untuk menyedekahkan semua hartanya sehingga hartanya habis tanpa bersisa, bahkan sisihkanlah hartamu untuk akhirat, dan silahkan bersenang-senang dengan duniamu, namun tidak sampai melubangi agamamu dan merusak akhiratmu. Yaitu dengan bersikap sombong serta mengerjakan kemaksiatan, dan sibuk dengan nikmat itu sampai lupa kepada Pemberi nikmat Allah.Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Qashash Ayat 77Nasihat di atas tidak berarti seseorang hanya boleh beribadah murni mah'ah dan melarang memperhatikan dunia. Berusahalah sekuat tenaga dan pikiran untuk memperoleh harta, dan carilah pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu di dunia, berupa kekayaan dan karunia lainnya, dengan menginfakkan dan menggunakannya di jalan Allah. Akan tetapi pada saat yang sama janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan di dunia dengan tanpa berlebihan. Dan berbuatbaiklah kepada semua orang dengan bersedekah sebagaimana atau disebabkan karena Allah telah berbuat baik kepadamu dengan mengaruniakan nikmat-Nya, dan janganlah kamu berbuat kerusakan dalam bentuk apa pun di bagian mana pun di bumi ini, dengan melampaui batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan dan akan memberikan balasan atas kejahatan tersebut. 78. Karun tidak menanggapi nasihat kaumnya, lupa diri dan tetap melupakan karunia Allah kepadanya. Dengan penuh kesombongan dia berkata, 'sesungguhnya aku diberi harta yang banyak ini, semata-mata karena ilmu dan kemampuan yang ada padaku. Tidak ada jasa siapa pun atas perolehanku itu. Semua karena kepandaianku dalam mengumpulkan harta. ' demikian jawab karun. Tidakkah dia tahu dan sadar, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat yang tidak jauh dari masa sebelumnya, yakni sebelum karun, yang lebih kuat fisik dan kemampuan serta pembantu-pembantu mereka daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta daripada karun' sungguh kedurhakaan karun telah demikian jelas, dan oleh karenanya, orang-orang yang berdosa seperti karun itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka, karena Allah telah mengetahui hal itu. Mereka akan masuk neraka, dan hanya akan dita-Nya dengan pertanyaan yang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikianlah bermacam penjabaran dari banyak ahli ilmu terkait isi dan arti surat Al-Qashash ayat 77 arab-latin dan artinya, moga-moga menambah kebaikan bagi kita. Bantu kemajuan kami dengan memberikan hyperlink menuju halaman ini atau menuju halaman depan Artikel Terbanyak Dikunjungi Baca ratusan topik yang terbanyak dikunjungi, seperti surat/ayat Al-Kautsar, Al-Mulk, Asmaul Husna, Al-Waqi’ah, Al-Ikhlas, Shad 54. Serta Yasin, Ayat Kursi, Al-Baqarah, Al-Kahfi, Ar-Rahman, Do’a Sholat Dhuha. Al-KautsarAl-MulkAsmaul HusnaAl-Waqi’ahAl-IkhlasShad 54YasinAyat KursiAl-BaqarahAl-KahfiAr-RahmanDo’a Sholat Dhuha Pencarian al hujurat ayat 12, surah al baqarah ayat 285-286, alif lam mim latin, doa setelah adzan, surat al fatihah latin Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
۞ إِنَّ قَٰرُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ مِنَ ٱلْكُنُوزِ مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥ لَتَنُوٓأُ بِٱلْعُصْبَةِ أُو۟لِى ٱلْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُۥ قَوْمُهُۥ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْفَرِحِينَ Arab-Latin Inna qārụna kāna ming qaumi mụsā fa bagā 'alaihim wa ātaināhu minal-kunụzi mā inna mafātiḥahụ latanū`u bil-'uṣbati ulil-quwwati iż qāla lahụ qaumuhụ lā tafraḥ innallāha lā yuḥibbul-fariḥīnArtinya Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. Ingatlah ketika kaumnya berkata kepadanya "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri". Al-Qashash 75 ✵ Al-Qashash 77 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangTafsir Mendalam Tentang Surat Al-Qashash Ayat 76 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Qashash Ayat 76 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beragam tafsir mendalam dari ayat ini. Didapati beragam penafsiran dari kalangan ulama tafsir berkaitan isi surat Al-Qashash ayat 76, antara lain seperti tercantum📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaSesungguhnya Qarun itu termasuk dari kaum Musa. Dia berbuat melampaui batas dalam kesombongan dan otoriter terhadap orang-orang. Dan Kami telah memberikan kepada Qarun dari perbendaharaan harta kadar yang sangat melimpah, sampai-sampai kuncinya sungguh-sungguh berat dipikul oleh banyak orang berfisik kuat. Ketika itu, kaumnya berkata kepadanya, “janganlah kamu berlaku congkak dengan penuh kegirangan dengan kekayaan yang ada padamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang congkak yang tidak mensyukuri Allah atas pemberian yang diberikanNya kepada mereka.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram76. Sesungguhnya Qārūn itu dari kaum Musa -'alaihissalām-, lalu ia berlaku sombong terhadap mereka. Dan Kami telah memberinya perbendaharaan harta yang kunci-kunci lemari tempat menyimpan hartanya terasa berat bagi sekumpulan orang-orang kuat untuk memikulnya, tatkala kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah kamu bergembira dengan berlebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang bergembira dengan sombong, justru Allah memurkainya dan menyiksanya karena hal itu.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah76. Kaum Quraisy memandang harta sebagai ukuran kehormatan dan kekuasaan mereka; maka Allah membuat perumpamaan bagi bagi orang-orang musyrik itu dengan umat-umat terdahulu. Qarun adalah kerabat Nabi Musa, dia mengumpulkan harta yang banyak dan menampakkan kesombongan dan keangkuhan serta enggan untuk mensyukuri nikmat. Dalam firman Allah [وءاتيناه] Dan Kami memberinya’, untuk menjelaskan siapa yang telah memberinya kekayaan sehingga tidak layak bagi Qarun untuk sombong. Qarun menyimpan hartanya di dalam ruang penyimpanan yang membutuhkan banyak alat untuk membukanya dan alat itu sangat berat meskipun dipikul oleh sekelompok orang yang kuat. Dan terjadilah percakapan antara Qarun dan kaumnya yang beriman, mereka menasehatinya agar tidak bersikap angkuh dan terlalu bangga. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri seperti dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah76. إِنَّ قٰرُونَ كَانَ مِن قَوْمِ مُوسَىٰ Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa An-Nakha’i, Qatadah, dan lainnya berpendapat bahwa Qarun adalah keponakan Nabi Musa. فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ maka ia berlaku aniaya terhadap mereka Yakni benar-benar berlaku sewenang-wenang dan sombong terhadap kaumnya dan enggan untuk mentaati Musa dan beriman kepada Allah. وَءَاتَيْنٰهُ مِنَ الْكُنُوزِdan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta Makna الكنز adalah harta yang disimpan. مَآ إِنَّ مَفَاتِحَهُۥyang kunci-kuncinya Yakni kunci-kunci tempat menyimpan hartanya. لَتَنُوٓأُ بِالْعُصْبَةِ أُو۟لِى الْقُوَّةِ sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat Yakni sekelompok lelaki masih akan merasa berat jika hendak mengangkatnya. Lalu bagaimana dengan ukuran harta bendanya itu sendiri? إِذْ قَالَ لَهُۥ قَوْمُهُۥ لَا تَفْرَحْ ۖ Ingatlah ketika kaumnya berkata kepadanya “Janganlah kamu terlalu bangga Yakni janganlah kamu sombong dan angkuh. إِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri” Yakni oran-orang yang sombong yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang telah Dia berikan kepada mereka.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah76. Sesungguhnya Qarun adalah anak dari pamannya nabi Musa dari kaum Bani Israil. Dia sombong terhadap kaumnya dengan membanggakan hartanya yang sangat banyak dan ingin memimpin mereka. Kami memberinya Qarun harta yang sangat melimpah dan terpelihara. Sesungguhnya kunci-kunci gudang hartanya sangat berat dipikul oleh kumpulan orang-orang kuat yang banyak. Ketika kaumnya berkata padanya “Kamu tidak akan bahagia dengan membanggakan harta yang banyak, sesungguhnya Allah tidak meridhai orang-orang sombong yang tidak bersyukur kepadaNya atas apa yang diberikan kepadanya” Kemudian dia marah dan menghukum mereka.📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah{Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa. Dia berlaku angkuh terhadap mereka} Dia sombong kepada mereka {Kami telah menganugerahkan kepadanya} Kami memberinya {perbendaharaan harta} harta-harta yang disimpan dalam peti-peti {yang kunci-kuncinya} yang kunci-kunci dari petinya {sungguh berat dipikul} sungguh berat dipikul oleh banyak orang {oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. Ketika kaumnya berkata kepadanya,“Janganlah terlalu bangga} jangan terlalu bangga dengan banyaknya harta {Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diriMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H76. Allah mengabarkan tentang kondisi Qarun, apa yang telah dia perbuat, apa yang ditimpakan terhadapnya, dia telah diberi nasihat dan ditegur. Allah berfirman, “Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa,” maksudnya, dari bangsa Isra’il , yaitu orang-orang yang mampu mengungguli manusia lainnya dan melebihi mereka di zamannya. Allah telah menganugerahkan kepada mereka segala sesuatu yang dianugerahkanNya. Pada awalnya keadaan mereka selaras dengan keadaan istiqamah. Akan tetapi Qarun telah berbuat semena-mena terhadap kaumnya, dia menjadi congkak karena harta benda yang berlimpah yang membuat congkak orang yang diberi anugerah dengannya, “Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta.” Maksudnya, perbendaharaan harta kekayaan yang sangat besar, “yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat.” Ushbah adalah sepuluh hingga Sembilan orang, hingga tujuh orang. Artinya hingga kunci-kunci perbendaharaan harta kekayaannya dirasa sangat berat untuk dipikul oleh sekelompok manusia. Itu kunci-kuncinya. Lalu bagaimana dengan perbendaharaan-perbendaharaannya gudang-gudangnya. “Ingatlah ketika kaumnya berkata kepadanya” seraya menasehati dan mengingatkannya dari kecongkakannya, “janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” Maksudnya, jangan kamu bangga dengan harta kekayaan yang sangat besar ini, lalu kamu membangga-banggakannya dan membuatmu lalai terhadap akhirat, karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang membanggakannya, yaitu orang-orang yang tenggelam dalam mencintainya.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Al-Qashash ayat 76 Pada akhir kisah ini datang kisah qarun, di mana Allah kabarkan bahwasanya qarun adalah bagian dari kaum Musa, akan tetapi dzalim terhadap sesamanya dan menjadi penolong fir’aun. Allah kemudian kabarkan bahwa Ia memberikan qarun harta dan perbendaharaan harta yang banyak dan saking banyaknya sampai-sampai berat kuncinya ketika dibawa oleh beberapa laki-laki. Telah dinasihati ia oleh bani israil akan dirinya dan hartanya, sebab Allah tidak menyukai mereka yang menisbatkan karunia Allah kepada selain dari-Nya; Di mana qarun menisbatkan karunia Allah karena sebab kepiawaiannya, kesombongannya dan lain sebagainya.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan keadaan Qarun, perbuatan yang dilakukan olehnya, dan bahwa ia telah dinasihati sebelumnya. Karun adalah salah seorang anak paman Nabi Musa alaihis salam atau termasuk Bani Israil. Dengan bersikap sombong. Jika kuncinya saja sudah berat, lalu bagaimana dengan harta kekayaannya. Yang mukmin dari kalangan Bani Israil. Dengan kenikmatan yang besar itu dan sampai membuatnya lalai dari dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Qashash Ayat 76Setelah pada ayat-ayat di awal surah berbicara tentang kekuatan dan kekuasaan fir`aun yang berakhir dengan kebinasaan karena kedurhakaan dan kezaliman, di sini Allah memaparkan kekuatan harta dan pengetahuan yang juga berakhir dengan kebinasaan saat disertai dengan kedurhakaan dan keangkuhan. Allah berfirman; sesungguhnya karun termasuk kaum musa yang hidup semasa dengannya dan konon adalah anak nabi musa. Tetapi meski berasal dari keluarga terhormat dia melampaui batas dengan berlaku zalim terhadap mereka dan sombong. Ia adalah seorang yang kami beri nikmat dengan memasukkannya ke dalam kelompok kaum nabi musa, dan kami telah menganugerahkan pula kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kunci gudang tempat penyimpanan hartanya itu sungguh sangat banyak sehingga terasa berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. Itu baru kuncinya, ada pun harta kekayaannya, tidak mungkin dapat dipikul oleh orang yang sangat banyak sekali pun. Ingatlah ketika ia terpedaya oleh nikmat Allah yang dikaruniakan kepadanya dengan mengingkari dan tidak mensyukurinya, kaumnya menasihatinya dengan berkata kepadanya, 'janganlah engkau terlalu bangga dengan harta kekayaan yang engkau miliki, kebanggaan yang menjadikanmu melupakan Allah yang menganugerahkan nikmat itu sehingga tidak bersyukur kepada-Nya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri. ' orang-orang kafir mekkah yang menentang nabi Muhammad. Telah tertipu oleh harta mereka, sebab kekayaan mereka digunakan untuk menindas kaum muslim. Padahal, harta benda mereka sangat sedikit jika dibandingkan dengan harta karun. Orang kaya yang angkuh dan zalim akan berakhir dengan kebinasaan. 77. Nasihat di atas tidak berarti seseorang hanya boleh beribadah murni mah'ah dan melarang memperhatikan dunia. Berusahalah sekuat tenaga dan pikiran untuk memperoleh harta, dan carilah pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu di dunia, berupa kekayaan dan karunia lainnya, dengan menginfakkan dan menggunakannya di jalan Allah. Akan tetapi pada saat yang sama janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan di dunia dengan tanpa berlebihan. Dan berbuatbaiklah kepada semua orang dengan bersedekah sebagaimana atau disebabkan karena Allah telah berbuat baik kepadamu dengan mengaruniakan nikmat-Nya, dan janganlah kamu berbuat kerusakan dalam bentuk apa pun di bagian mana pun di bumi ini, dengan melampaui batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan dan akan memberikan balasan atas kejahatan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikianlah aneka ragam penafsiran dari beragam mufassir terkait kandungan dan arti surat Al-Qashash ayat 76 arab-latin dan artinya, moga-moga bermanfaat bagi kita. Support dakwah kami dengan memberikan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan Halaman Terbanyak Dikunjungi Kaji ratusan halaman yang terbanyak dikunjungi, seperti surat/ayat Ali Imran 134, Al-Baqarah 2, Al-Isra 23-24, Al-Infithar, Al-Isra 1, Al-Baqarah 186. Juga Az-Zariyat 56, Ali Imran 133, Al-Jumu’ah 9, Al-Baqarah 30, Ar-Ra’d, Al-Ahzab 21. Ali Imran 134Al-Baqarah 2Al-Isra 23-24Al-InfitharAl-Isra 1Al-Baqarah 186Az-Zariyat 56Ali Imran 133Al-Jumu’ah 9Al-Baqarah 30Ar-Ra’dAl-Ahzab 21 Pencarian qs al isra ayat 13, surat albaqarah ayat 177, yunus ayat 91, surah al khalaq, qs. an-nur ayat 2 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
surat al qashash ayat 77 latin dan artinya