🐸 Putra Ra Lilur Bangkalan
lihatjuga. perbedaan pengetahuan dan sikap tentang pencegahan penyakit dbd sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan di dusun pesisir desa junganyar bangkalan oleh: bahriansyah, moh. adam terbitan: (2019) ; perbedaan intensitas nyeri pada dismenorea sebelum dan sesudah diberikan massage couter pressure di sma ykhs sepulu bangkalan oleh: handayani, risni terbitan: (2019)
Padahalsebelumnya, Ra Lilur tidak pernah datang ke tuan rumah. "Pada hari saat haul di Jakarta itu, Ra Lilur sebetulnya ada di ndalem-nya, Desa Banjar Galis, Bangkalan," cerita Husni. Begitulah, karomah waliAllah. redaksi. Bisa Pecah Raga di Tempat Berbeda Pada Waktu Yang Sama Karomah Ra Lilur Sosok & Tokoh Tasawuf Waliyullah Madura.
RaLilur salah satu sosok Ulama Madura mewariskan nilai-nilai spiritual luhur di tengah gempuran kapitalisme dan hedonisme. Syaichona KH Moh. Kholil, Bangkalan. Ra Lilur memiliki nama lengkap KH Kholilur Rohman. Beliau wafat, pada hari Selasa (10/4/2018) sekitar pukul 22.00 WIB. Ra Lilur merupakan putra bungsu dari pasangan Nyai Romlah
Kabarwafatnya cucu Syaikhona Kholil Bangkalan itu dibenarkan oleh salah satu keponakannya, Ra Nasih Aschal."Mohon doa semua para kiai dan gus, pamanda Kiai Kholilurrahman (Ra Lilur) telah wafat tadi sekitar jam 10 malam," tulisRa Nasih Aschal, salah seorang kerabat keluarga besar Syaikhona Kholil Bangkalan dalam sebuah grup Whatsapp.
Kiaikarismatik asal Desa Banjar, Bangkalan yang merupakan putra dari KH.Ahmad Tamyiz dan Ny.Romlah. Sementara itu, Saifullah Tusuf (Gus Ipul) takziah ke rumah duka Ra Lilur, Rabu (11/4/18). Gus Ipul tiba di kompleks pesantren Syaichona Kholil sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung menuju tempat disemayamkannya jenazah.
KisahPertemuan Ra Lilur dengan Mufti Australia. Bagi sebagian besar kaum santri di Indonesia, khususnya masyarakat Madura nama Ra Lilur (RL) sudah tidak asing lagi. Bagaimana tidak, Ra Lilur yang mempunyai nama lengkap KH Kholilurrahman ini adalah cicit ulama besar Indonesia, KH Kholil Bin Abd Latief, atau Syaikhona Kholil Bangkalan, atau Mbah
KetikaRa Lilur dan Gus Dur Bertemu Pada awal tahun 2002, setelah lengser dari tahta kepresidenan, Gus Dur pergi ke Bangkalan untuk sowan kepada Ra Lilur. Uniknya ketika duduk bersama, keduanya memakai bahasa daerahnya masing-masing. Ra Lilur memakai bahasa Madura khas sedangkan Gusdur memakai bahasa Jawa.
Dalampribadi Ra Lilur mengalir darah ulama besar Madura, Syaichona KH Moh. Kholil, Bangkalan. Ra Lilur memiliki nama lengkap KH Kholilur Rohman. Beliau wafat, pada hari Selasa (10/4/2018) sekitar pukul 22.00 WIB. Ra Lilur merupakan putra bungsu dari pasangan Nyai Romlah dengan KH Sahrawi, Sampang.
Iaadalah cicit Syaikhona Kholil Bangkalan, Pamanda kami Kiai Kholilurrahman atau yang lebih dikenal dengan 'Ra Lilur' tadi malam di kediamannya di Desa Banjar, Bangkalan. Ra Lilur Yang Kami Ketahui Beliau adalah Putra dari KH. Zahrawi dan Ny. Romlah. Ibunya adalah cucu dari Mbah Kholil Bin Abdullathif Bangkalan.
. Ratusan orang berada di rumah Ra Bir Aly BANGKALAN, – Ratusan masyarakat memadati rumah putra Ra Bir Aly di komplek Pondok Pesantren Syaichona Kholil, Demangan, Bangkalan, Rabu 11/4/1018. Mereka ingin ikut mendoakan dan melihat janazah Almarhum Ulama Khos KH Kholilurrahman yang menghembuskan nafas terakhirnya tadi malam sekitar pukul Wib. Saat ini janazah Kiai yang akrab disapa Ra Lilur itu berada dirumah Ra Bir Aly yang tak lain adalah putra Almarhum di Ponpes Syaichona Kholil. Berdasarkan informasi ulama yang menurut kebanyakan orang waliyullah itu akan dimakamkan pada pukul Wib siang ini di komplek pemakaman Syaikhona Kholil, Martajasah, Bangkalan. Sebelum itu janazah akan di sholatkan terlebih dahulu di tiga tempat berbeda, pertama di Ponpes Syaikhona Kholil, Masjid Agung Bangkalan dan di Masjid Syaichona Kholil, Martajasah. Para Ulama dan Kiai juga sudah tampak hadir di kediaman Ra Bir Aly. Termasuk calon Gubernur Jawa timur, Syaifullah Yusuf juga terlihat hadir atas wafatnya Ra Lilur itu. Sementara kondisi di Pondok Pesantren Syaikhona Muhammad Kholil para santri sedang melakukan tahlil dan mendoakan ulama yang dianggap nyentrik itu. Zan/Lim
BANGKALAN, – Kontestasi politik pada Pemilu 2024 semakin menarik diikuti. Terutama, pada pemilihan legislatif pileg di Kabupaten Bangkalan. Tidak sedikit pendatang baru bermunculan. Salah satunya, bakal calon legislatif bacaleg dari Partai Hanura. Dia adalah Ra Jali yang diketahui merupakan cicit Syaikhona Moh. Kholil Bangkalan. Ra Jali mantap maju sebagai bacaleg dari daerah pemilihan dapil 2, yakni Kecamatan Klampis, Geger, dan Sepulu. Putra Ra Bir Aly Kholilur Rahman itu menjadi representasi anak muda. Dia cukup dikenal di tengah-tengah masyarakat. Sebab, ayahnya, Ra Bir Aly, merupakan putra ulama nyentrik, Ra Lilur Kholilur Rahman. Ra Lilur adalah cicit langsung dari Syaikhona Moh. Kholil Bangkalan. Kini Ra Jali baru genap berusia 24 tahun. Meski terbilang muda, Ra Jali ingin berkontribusi untuk kemajuan Bangkalan melalui jalur politik. Dalam pencalonannya sebagai bacaleg, Ra Jali mendapatkan nomor urut 2 dari partai besutan H. Wiranto itu. ”Tahun ini saya bergabung ke Partai Hanura. Alhamdulillah setelah mendaftar ke KPU, saya mendapatkan nomor urut dua,” katanya kemarin 16/5. Menurut dia, pada pemilu kali ini, pihaknya maju dari dapil 2. Dia mengaku sangat yakin terpilih. Apalagi, niat nyaleg tidak lepas karena ingin memberikan kontribusi yang baik untuk Bangkalan. Selain itu, ingin membuktikan bahwa anak muda juga bisa berpartisipasi dalam politik praktis. ”Karena masyarakat mengira ulama itu untuk ditakuti dan disegani. Padahal bukan begitu, saya ingin masyarakat mencintai saya dan saya bisa bermanfaat untuk masyarakat, terutama di dapil saya nanti,” ucapnya. Dia menyatakan, maju menjadi kandidat bacaleg di usia yang masih milenial tentu bukan tanpa alasan. Namun, pihaknya ingin membuktikan bahwa anak muda juga memiliki nilai juang. ”Saya ingin memperjuangkan kaum milenial. Saya ingin membuktikan bahwa kaum milenial juga bisa terjun ke dunia politik dan tidak memandang usia,” tandasnya. ay/daf/par Terkini Selasa, 16 Mei 2023 1635 WIB
putra ra lilur bangkalan